Syarat Klinis Pengangkatan Tonsil

Menurut rekomendasi AAO-HNS (American Academy of Otolaryngology-Head and Neck Surgery), indikasi klinis pengangkatan tonsil harus memenuhi syarat-syarat di bawah ini:

  1. Pasien dengan serangan tonsilitis 3 kali atau lebih dalam satu tahun dan telah mendapatkan pengobatan yang adekuat tapi tetap infeksi tonsilitis terjadi terus.
  2. Pembesaran tonsil yang mengakibatkan maloklusi gigi-geligi atau adanya efek samping gangguan pertumbuhan mulut/ wajah (orofacial growth) yang terdokumentasi oleh doker gigi.
  3. Pembesaran tonsil yang mengakibatkan sumbatan jalan napas atas, seperti ngorok, bicara sengau, gangguan/kesulitan menelan, henti napas saat tidur (sleep apnea syndrom), atau komplikasi penyakit kardiopulmonal, seperti: endokarditis bakterialis. Endokarditis terjadi bila bakteri memasuki pembuluh darah, kemudian masuk ke dalam rongga jantung, dan menempel pada katup jantung yang abnormal atau dinding jantung yang tidak rata. Sering kali bakteri penyebab berasal dari rongga mulut yang kotor atau dari tenggorokan. Gejala endokarditis pada umumnya demam berkepanjangan (prolonged fever) tanpa ada gejala batuk pilek maupun diare.
  4. Adanya abses peritonsil dengan gejala tonsilitis akut, demam tinggi, nyeri menelan, nyeri tenggorok, muntah, mulut berbau, hipersalivasi, suara sengau, kadang-kadang sulit membuka mulut (trismus), serta pembengkakan kelenjar submandibula. Abses peritonsil yang tidak merespons positif pengobatan antibiotik dapat dipikirkan untuk operasi pengangkatan tonsil.
  5. Bau mulut akibat tonsilitis kronik yang tidak responsif terhadap pengobatan antibiotik.
  6. Tonsilitis kronik karena kuman streptokokus yang tidak respons dengan pengobatan antibiotik, mungkin disebabkan kronisitas penyakit. Bakteri dapat diatasi dengan antibiotik, tetapi pembengkakan tonsil tidak juga mereda, sehingga tetap menyebabkan gejala ngorok dan lainlainnya.
  7. Pembengkakan tonsil satu sisi yang dicurigai keganasan (biasanya terjadi pada usia dewasa).
  8. Adanya otitis media (radang telinga) akut atau otitis media supurative kronik berulang, yang disebabkan oleh tonsilitis akibat infeksi bakteri. Jika indikasi di atas terdeteksi, tindakan operasi dapat dilakukan dokter.

Nah itulah beberapa syarat yang harus diperhatikan oleh orangtua ketika anak menderita amandel. Dengan berkonsultasi dengan dokter bisa diputuskan langkah baik berikutnya. Tentu saja orangtua ingin yang terbaik bahkan bila perlu diobati tanpa melalui operasi. Namun jika memang harus dilakukan operasi maka itulah jalan yang terbaik. Simak blog gaya hidup sehat dan benar agar mendapatkan berbagai macam informasi dalam menjalani hidup sehat.