Sinopsis The Divine Fury, Perburuan Iblis dengan Aksen Action

Film The Divine Fury menjadi salah satu film korea yang ditunggu-tunggu penayangannya di bioskop. Dibintangi oleh artis muda berbakat yang sedang berada di top artis Park Seo Joon dan Ahn Sung Ki, artis kawakan spesialis layar perak. Film ini ditunggu-tunggu karena memberikan nuansa yang berbeda, film thriller yang dibumbui tentang horor dan nuansa mistis suatu sekte. Keduanya dibalut apik menggabungkan dua unsur menjadi satu kesatuan premis yang tak terduga.

The Divine Fury merupakan film horor pertama besutan sutradara Kim Joo-hwan. Proyek ini adalah proyek kali kedua dengan Park Seo Joon setelah Midnight Runner. Kata Joo-hwan, film ini terinspirasi saat dia melihat patung melawan iblis ketika dirinya berkunjung ke Perancis beberapa saat yang lalu.

Kisah ini dimulai dari perbinvangan antara Yong hoo (Seo-joon) kecil dengan ayahnya (Lee Seung-joon) mengenai kepercayaannya pada Tuhan. Namun, Yong-hoo mulai ragu ketika ayahnya meninggal karena kecelakaan. Tahun berlalu dan Yohg-hoo tumbuh menjadi seorang petinju dunia yang selalu juara dan semakin ke sini dia memilih untuk tidak percaya akan Tuhan.

Bahkan ketika dia beranjak dewasa dan menjadi atlet, dia menyakini bahwa semua yang didapat adalah hasil usahanya sendiri. Tak ada bantuan tangan Tuhan. Namun semuanya berbalik ketika Park Yong-hoo merasakan hal mistis dengan telapak tangannya berdarah. Dia sampai pergi ke rumah sakit dan berkonsultasi pada dokter namun tidak mendapatkan penjelasan yang memuaskan. Hingga dia bertemu dengan Father Ahn (Ahn Sung Ki) yang bisa membaca jika di dalam Yong-hoo ada kekuatan lain.

Ada kekuatan tak terlihat didiri Yong-hoo. Bagi Father Ahn dia merasa jika Yong-hoo mempunyai kelebihan karena ada campur tangan dunia ghaib. Sesuatu hal yang tak dipercayai oleh Yog hoo sendiri. Di samping itu, Father Ahn juga berselisih dengan Ji Shin (Woo Do-hwan) yang bersekutu dengan iblis dan Yong hoo mulai membantunya.

Bekas luka, kemampuan beladiri Yong-hoo menjadi alasan Father Ahn terus berada di dekat Yong-hoo. Keduanya memiliki satu tujuan, memecahkan misteri yang ada di diri Yong-hoo. Untuk mengungkapkannya, mereka harus berhubungan dengan iblis-iblis dan Ji Shin dengan adegan thriller yang akan membuat jantung berpacu dan alur yang susah ditebak.

Ide cerita yang dikembangkan oleh sutradara Kim Joo-hwan lebih segar karena genre ini sangat jarang ditemui di perfilman Korea Selatan. Tema thriller dan horor tak membuat film tersebut dark sehingga cukup membuat penonton enak menyaksikannya walaupun agak spot jantung. Plot yang ditampilkan juga cukup menarik, karena yang mencari tahu untuk menyelesaikan masalah adalah si korban sendiri. Biasanya di film thriller dan horor yang menyelesaikan masalah adalah orang lain.

Di sisi lain, penampilan aktor Par Seo Joon patut diberi apresiasi. Bukan karena wajah gantengnya tetapi karakter lain yang diperankan oleh Seo-joon cukup membuatnya berbeda dari tipe-tipe drama yang ia mainkan. Jadi, film ini sangat menarik untuk ditonton terlebih bagi para pecinta film-film Korea.

Yang membuat lebih menarik lagi, ada penampilan Choi Woo-shik. Masih segar diingatan kita bagaimana peran memukau Chio Woo-shik di film Parasite.Film ini mulai tayang di biioskop CGV Cinemas dan Cinemaxx mulai tanggal 14 Agustus 2019.