Saat Tengah Berbadan Dua, Anda Perlu Tahu Apa Itu Kontraksi

Apa itu kontraksi? Pertanyaan itu mungkin akan muncul di benak Anda saat memasuki masa kehamilan. Kontraksi disebabkan karena keaktifan gerak otot-otot rahim, sehingga terkadang membuat perut Anda terasa keram. Kondisi ini juga merupakan pertanda sudah dekatnya masa persalinan. Agar tak awam dengan kondisi ini, berikut fakta-fakta seputar kontraksi saat kehamilan.

  • Kontraksi Tak Hanya Terjadi Menjelang Persalinan

Saat menyadari kalau Anda sedang mengandung si buah hati, Anda harus siap mengalami rangkaian kontraksi pada masa kehamilan Anda. Kontraksi bisa terjadi bahkan pada trimester pertama kehamilan Anda, jadi bukan hanya pada saat menjelang kelahiran saja ya. Jika Anda merasakan keram saat hamil, kemungkinan hal itu disebabkan oleh kontraksi pada rahim Anda.

Saat janin mulai terbentuk dalam kandungan, rahim akan mulai menyesuaikan diri dengan perkembangannya. Salah satu cara rahim untuk beradaptasi dengan keadaan ini adalah dengan menggerakkan otot-ototnya, sehingga rahim semakin matang untuk persalinan nanti. Kontraksi akan menjadi awal sebelum pembukaan terjadi, hingga bayi Anda lahir ke dunia.

  • Kontraksi Juga Ada yang Palsu

Apa itu kontraksi palsu? Sebelum Anda mengalami kontraksi tepat menjelang melahirkan, biasanya rahim Anda akan mulai berkontraksi bahkan pada masa awal kehamilan. Jenis kontraksi ini disebut dengan kontraksi palsu atau Braxton Hicks. Sama dengan kontraksi jelang persalinan, kontraksi palsu juga menimbulkan keram dan rasa nyeri, namun sakitnya tidak terlalu kentara.

Kontraksi palsu ini bisa disebabkan oleh beberapa hal seperti dehidrasi, kelelahan, stres, serta hubungan suami istri. Jika Anda kebetulan mengalami kontraksi palsu ini pada usia kehamilan muda, Anda bisa mengatasinya dengan cara istirahat dan mencukupi asupan cairan. Latihan relaksasi juga dianjurkan agar Anda bisa merasa rileks dan tenang saat sedang mengandung.

  • Setelah Melahirkan, Kontraksi Tetap Bisa Berlanjut

Jangan kira setelah melahirkan Anda akan langsung terhindar dari nyeri dan keram akibat kontraksi. Dilansir dari babygaga.com, Anda masih akan mengalami kontraksi bahkan setelah melahirkan. Setelah bayi lahir, rahim Anda tentu akan kembali beradaptasi dengan ukuran barunya yang kembali mengecil. Salah satu cara adaptasinya adalah dengan menstimulasi gerak otot rahim.

Namun, Anda tak perlu merasa takut akan rasa sakit yang ditimbulkan oleh kontraksi setelah melahirkan ini. Rasa sakitnya jauh lebih mendingan, bahkan jika dibandingkan dengan sakit yang ditimbulkan oleh kontraksi palsu. Bahkan, Anda mungkin tak begitu sadar akan kontraksi tersebut, karena Anda sibuk mengurus dan merawat bayi yang baru saja lahir.

Setelah membaca informasi di atas, semoga saja Anda sudah mengetahui beberapa fakta tentang apa itu kontraksi. Jika Anda masih ingin menambah informasi seputar hal ini, berkonsultasilah dengan dokter kandungan di orami.co.id. Layanan konsultasinya gratis dan Anda pun bisa melakukannya secara online. Praktis dan sangat bisa menambah pengetahuan Anda, bukan?