Pengusaha Properti Terkaya di Asia

Pengusaha Properti Terkaya di Asia

Pengusaha Properti Terkaya di Asia – Majalah Property Now menemukan sejumlah pengusaha properti terkenal di Asia Tenggara yang mampu membangun lebih dari satu Monas di Jakarta. Siapa saja mereka pengusaha properti yang bisa membeli monas? Dan seberapa besar seluruh kekayaan dan aset mereka?

Siapa yang tak kenal Monumen Nasional (Monas)? Salah satu bangunan sekaligus ikon Jakarta ini bukan hanya populer, tapi juga kental dengan nilai historis. Pendiriannya dimaksudkan Presiden Soekarno untuk memperingati Indonesia yang berhasil merebut kemerdekaan dari tangan penjajah. Pembangunan Monas cukup memakan waktu. Pengerjaan dimulai pada hari kemerdekaan Indonesia ke-16, tepatnya 17 Agustus 1961, dan baru rampung (nyaris) 15 tahun berikutnya, yakni: 12 Juli 1975. Dengan konstruksi bangunan dan bahanbahan penyusun yang terdiri dari emas, beton, semen, dan lain sebagainya diperkirakan pendirian bangunan ini melahap biaya sebesar Rp 7 miliar, saat itu. Menarik membayangkan biaya Monas pasca terjadinya inflasi di Indonesia.

Kira-kira berapa biaya pembangunannya sekarang? Lamudi Indonesia menghitung estimasinya untuk Anda. Beberapa hal yang perlu dimasukkan dalam kalkulasi adalah: harga lahan pendirian Monas, yang luasnya mencapai 80 hektar, dengan nilai Rp 32 miliar. Biaya untuk pembuatan “Ruang Kemerdekaan” seharga Rp 10.9 miliar. Konstruksi lingga, yang mencapai Rp 365.5 miliar. Bagian “Api Kemerdekaan” seharga Rp 25.1 miliar. Itu belum termasuk bagian-bagian lainnya.

Totalnya pun mencapai Rp 32.4 triliun! Harga yang fantastis, bukan? Nah, kalau Monas dijual, dengan harga setinggi itu, siapa yang mampu membeli? Sejumlah pengusaha properti terkemuka di kawasan Asia Tenggara diperkirakan bisa melakukannya. Dengan aset kekayaan mereka, yang angkanya melampaui biaya pembangunan Monas, lima nama berikut bisa membeli Monas sekaligus membuat beberapa replikanya. Siapa saja mereka? Dan berapa kekayaan pengusaha-pengusaha properti berikut ini?

Robert Ng dan Phillip Ng
Keduanya adalah pewaris kekayaan Ng Teng Fong, pengusaha properti yang memiliki lebih dari 700 hotel, pusat perbelanjaan, dan kondominium. Letaknya pun tersebar di Singapura dan Hong Kong. Kekayaan Robert Ng dan Phillip Ng diperkirakan setara dengan US$ 11 miliar. Dengan kurs Rp 13 ribu per US$ 1, maka kekayaan dua bersaudara ini adalah Rp 144.3 triliun. Itu artinya, Robert Ng dan Philip Ng bisa membeli Monas dan membuat 3 replika Monas lainnya.

Thomas Kwok dan Raymond Kwok
Thomas Kwok dan Raymond Kwok adalah pengembang sejumlah bangunan terkenal di Hong Kong. Mereka adalah pemilik sah dari Sun Hung Kai Properties. Tak mengherankan, aset kekayaannya bernilai US$ 14 miliar. Itu artinya, Thomas dan Raymond bisa membuat sekitar 5 Monas dengan mudah.

Wang Jianlin
Ketua dari Dalian Wanda Group ini punya (lebih dari) 70 department store, 85 shopping plaza, dan 51 hotel bintang lima. Kekayaannya pun mencapai US$ 15.1 miliar atau Rp 198.1 triliun! Dengan uang semelimpah ini, Jianlin bisa mengakuisisi Monas hari ini dan mendirikan 5 Monas lainnya di Jakarta.

Cheng Yu-tung
Cheng Yu-tung berasal dari Hong Kong. Konglomerat ini pemilik resmi dari Chow Tai Fook Enterprises dan tercatat sebagai pendiri New World Development group. Konon, sebagian bisnisnya kini dibantu oleh putra tertuanya, Henry Cheng. Kekayaan Yu-tung diperkirakan sebesar US$ 16.2 miliar atau Rp 212.6 triliun. Berapa Monas yang bisa Yu-tung beli? Hampir sama dengan Jianlin, dengan catatan dia bisa membangun setengah dari Monas ketujuh.

Lee Shau Kee
Pemilik Henderson Land Development ini tampil mengungguli trah Ng dan Kwok, Jianlin dan Yu-tung. Hartanya senilai US$ 19.6 miliar, yang mana terus berkembang dengan bisnis developer yang kini dijalankannya. Total kekayaan Lee setara dengan Rp 257.2 triliun. Lee bisa membangun Monas lebih banyak, yakni (hampir) 8 Monas.

Setelah membaca ulasan diatas, anda berminat untuk menyusul kesuksesan mereka di bidang penjualan properti? Properti sangat erat hubunganya dengan listrik, namun pasokan listrik di Indonesia masih sering terganggu dengan berbagai macam kendala dan ini bisa menjatuhkan harga sebuah properti. Solusi agar harga properti tidak jatuh karena pasokan listrik, gunakanlah genset yang dapat memenuhi kebutuhan listrik properti tersebut. Sekarang waktu yang paling tepat membeli genset, sebab harga genset yanmar saat ini sedang murah-murhanya.