Menjaga Kebugaran Tubuh Selama Berpuasa

Menjaga Kebugaran Tubuh

Kerap kali puasa justru membuat kinerja menurun karena gerak melambat, badan gampang lemas, ngantuk, dan tak bertenaga. Orang pun cenderung bermalas-malasan saat bekerja. Anehnya, usai sebulan berpuasa banyak yang mengalami kenaikan berat badan. Tanda di atas menunjukkan ada yang salah dengan puasa Anda. Puasa seharusnya membuat fisik dan mental menjadi lebih sehat karena dalam puasa terjadi pengendalian nafsu makan, emosi, dan lainnya. Agar terhindar dari dampak buruk puasa, Anda harus mengatur pola makan dan kebiasaan sehari-hari, seperti :

  • Konsumsi serat dan protein yang cukup saat sahur maupun berbuka puasa. Jenis makanan saat sahur menentukan kekuatan seseorang selama sehari menahan lapar dan haus. Protein dan serat memberi rasa kenyang lebih lama.
  • Berbuka puasa sebaiknya dimulai dengan minum air putih satu gelas karena mudah diserap tubuh dan mencegah lonjakan nafsu makan. Setelah itu dapat makan beberapa potong buah seperti pepaya, nanas, dan lainnya untuk merangsang enzim pencernaan. Baru kemudian melakukan ibadah shalat maghrib. Namun jika dihidangkan takjil berupa makanan yang manis-manis, cukup makan satu saja usai minum air putih. Makanan manis justru merangsang rasa lapar.
  • Sediakan genset rumah tangga di tempat tinggal anda, tidak perlu yang mahal asalkan mampu menyuplai kebutuhan listrik selama lampu mati sudah cukup. Mesin genset manfaatnya anda rasakan saat listrik mati, terlebih lagi ketika sedang berpuasa. Rumah yang tidak memiliki genset dan terjadi lampu mati, keadaan menjadi panas dan tidak nyaman. Hal ini menyebabkan anda berkeringat, banyak kalori tubuh yang keluar, sehingga anda tampak lemas selama berpuasa. Solusi yang bisa anda pertimbangkan ialah genset rumah tangga. Harga genset palembang untuk rumah tangga kecil merek Honda berkisar di angka 4 juta sampai dengan 9 juta, tergantung besarnya kapasitas yang anda pilih.
  • Jangan makan berlebihan ketika menyantap hidangan utama. Makan berlebihan membuat ngantuk, sehingga pencernaan melambat, dan akhirnya lemak menumpuk. Perhatikan bahwa protein dan karbohidrat harus seimbang. Sebaiknya makan karbohidrat kompleks seperti biji-bijian agar memberi rasa kenyang lebih lama dan tidak cepat diubah menjadi lemak.
  • Makanan manis sebaiknya jadi penutup. Makanan dengan kalori kosong (berasal dari lemak padat dan gula) sebaiknya dihindari. Batasi makanan seperti gorengan karena membuat tubuh gampang sembelit dan memperlambat pencernaan. Lebih baik ganti dengan buah dan sayur.
  • Jangan lupa konsumsi makanan probiotik -makanan yang difermentasi- dan prebiotik -sayur, taoge, kacang-kacangan- untuk membantu kerja usus.