Jadwal TV – Sejarah TVRI

Pemikiran untuk membangun sebuah saluran televisi sendiri sudah ada dibenak para pemerintah pada 1961. Saat itu, pembangunan stasiun televisi ini bertujuan untuk ikut meramaikan perayaan Asian Games ke IV yang diadakan di Jakarta. Soekarno yang saat itu menjabat sebagai presiden Republik Indonesia memerintahkan untuk membangun sebuah studio di Senayan. Setelah selesai dibangun, tes pertama yang dilakukan oleh stasiun televisi nasional ini adalah penayangan peringatan upacara kemerdekaan Republik Indonesia pada 17 Agustus 1962. jadwwal tv

Pembuatan Televisi Republik Indonesia sebagai rangkaian penyambutan digelarnya Asian Games tidak main-main. Upacara pembukaan pagelaran Asian Games pada 24 Agustus 1962 sekaligus sebagai peresmian televisi ini. Televisi Republik Indonesia pun mulai resmi mengudara. Bermula dari ibukota, Televisi Republik Indonesia mulai membuka siaran regionalnya di beberapa kota seperti Yogyakarta, Semarang, Medan, Makassar, Manado, Batam, Palembang, Bali dan Balikpapan.

Setahun mengudara, tayangan-tayangan yang dimiliki Televisi Republik Indonesia masih belum terlalu maju. Meskipun demikian, Televisi Republik Indonesia sudah bisa menayangkan perlombaan Formula Satu pada 1963, dan pertandingan bola di ajang Piala Dunia pada 1966. Penayangan Piala Dunia dimulai dari upacara pembukaan hingga final yang terjadi antara Inggris dan Jerman Barat.

Perubahan terjadi di tubuh Televisi Republik Indonesia. Pada 1974, Televisi Republik Indonesia berada di bawah kepemimpinan Departemen Penerangan. Peran yang dimiliki Televisi Republik Indonesia pun bertambah. Televisi Republik Indonesia menjadi sarana informasi bagi kepentingan negara. Kebijakan-kebijakan yang dimiliki pemerintah disampaikan kepada seluruh rakyat dengan memanfaatkan fasilitas yang dimiliki oleh Televisi Republik Indonesia. Dengan kata lain, TVRImenjadi penyampai informasi dari pemerintah kepada rakyat.

Di masa Orde Baru, peran tersebut semakin kental. Semua stasiun Televisi Republik Indonesia di ibu kota dan di kota-kota lain di Indonesia memiliki satu visi, yakni integrasi. Stasiun televisi ini berfungsi sebagai sarana pemersatu bangsa milik pemerintah, yang informasinya tentu saja sejalan dengan kebijakan-kebijakan pemerintah, alias tidak menyampaikan berita-berita dan informasi yang mendiskreditkan kinerja pemerintah.

Era reformasi adalah era yang baru, begitu juga bagi stasiun televisi nasional Indonesia ini. Di bulan Juni 2000, stasiun televisi ini ditetapkan menjadi Perusahaan Jawatan yang dibina dan bertanggung jawab kepada Departemen Keuangan. Selanjutnya pada April 2002 Televisi Republik Indonesia diubah statusnya menjadi perseroan terbatas (PT) di bawah naungan Departemen Keuangan dan Kementerian Negara BUMN. Sepanjang hayatnya, Televisi Republik Indonesia telah menjadi satu-satunya stasiun televisi yang luas jangkauannya dengan banyak stasiun daerah yang tersebar di berbagai wilayah di nusantara.

Kiprahnya di dunia pertelevisian Indonesia yang sudah sangat lama tidak membuat Televisi Republik Indonesia kehilangan eksistensinya. Dari tahun ke tahun, Televisi Republik Indonesia terus berkembang. Televisi ini meluaskan jaringan hingga hampir seluruh wilayah di Indonesia. Hingga kini, Televisi Republik Indonesia telah memiliki 27 stasiun daerah. Tersebar menggunakan 376 transmisi yang ada di seluruh Indonesia. Masyarakat Indonesia yang berada di ujung barat hingga paling timur Indonesia semua bisa menyaksikan tayangan-tayangan yang dimiliki oleh stasiun televisi ini. Dengan jumlah karyawan dan penonton yang cukup banyak, Televisi Republik Indonesia diharapkan dapat turut serta membangun negara Indonesia.