Cara Pamitan Baik-baik Sebelum Resign dari Kantor

Apa sih, yang biasanya jadi alasan kamu untuk resign? Mulai dari tawaran benefit yang lebih baik, kesempatan berkembang yang lebih besar atau lokasi kerja yang lebih dekat dari rumah bisa jadi alasan. Namun, seringkali berat meninggalkan tempat kerja yang nyaman, apalagi asyik orang-orangnya. Ya, kamu tidak mungkin stay selamanya di kantor itukan?

Tidak masalah kalau kamu memang sudah memutuskan untuk ambil kesempatan baru di kantor lain. Bahasa kerennya, you’re leaving for good. Mungkin kamu juga akan ambil rehat liburan dulu yang tiketnya dapat di beli melalui halaman ini. Eits, jangan lupa pamitan baik-baik sebelum resign dan meninggalkan teman-teman di kantor.

1. One Month Notice? Kasih Lebih Lama, deh.

Kalau memang tawaran dari kantor baru memang datang karena kamu seberharga itu, pasti mereka tidak keberatan untuk menunggu. Ya, ada kantor hanya meminta one month notice, beberapa mengharuskan three month notices. Sebaiknya, hal ini kamu ajukan dulu saja karena masa transisi ini penting untuk mencarikan pengganti posisimu yang mungkin akan kosong. Kalau bisa, kamu ajukan periode selama mungkin agar kamu tidak meninggalkan ‘utang’ di kantor lama.

2. Tawarkan Bantuan untuk Cari Pengganti

Sebelum resign, pastikan ada orang yang menggantikan posisimu. Syukur-syukur ada staff di divisi kamu yang bisa ditunjuk untuk menggantikan job desc kamu. Ya, pahit-pahitnya kamu harus hiring lagi untuk menemukan posisi pengganti. Nah, kamu bisa merekomendasikan kenalan yang mungkin bisa dipercaya untuk mengerjakan job desc dengan baik. Hal ini bisa dikomunikasikan dengan rekruiter agar mereka tidak merasa kesulitan dengan adanya kekosongan posisi.

3. Jangan Tinggalkan Project Setengah Jalan

Finish what you’ve started. Kalau masih ada project yang nasibnya belum jelas, sebaiknya kamu selesaikan terlebih dahulu. Jangan sampai kamu meninggalkan teman-temanmu di kantor dengan pekerjaan yang nasibnya masih belum jelas. Hal ini akan mempersulit teman-teman dan meninggalkan kesan buruk secara personal saat kamu resign. Kalau bisa, usahakan sampai project-nya benar-benar selesai.

4. Tinggalkan Instruksi Detail untuk Penggantimu

Pastikan untuk melakukan serah terima semua job desc untuk penggantimu. Tidak hanya urusan administrasi, kamu juga harus memberikan tips agar rekan satu tim kamu nyaman untuk kerja bersama orang yang menggantikan posisimu. Kalau bisa, kasih tahu bocoran tempat yang sering kalian kunjungi bersama untuk hang out di akhir pekan.

5. Sampaikan Pesan Terima Kasih

Tidak ada yang lebih menyenangkan ketimbang ucapan terima kasih sebelum berpamitan. Ya, kalau farewell memo di email, kayaknya sudah template banget. Sempatkan untuk bisa meninggalkan notes untuk rekan-rekan yang memang punya peran signifikan selama kamu bekerja di kantor. Kalau bisa, tulis pesan itu secara pribadi dengan tulisan tangan agar terasa lebih berkesan. Meski hanya ucapan terima kasih, pasti diterima dengan hangat kok.

Kalau beberapa hal tadi sudah kamu lakukan, seharusnya tidak akan ada kesan buruk dari rekan-rekan kantormu. Ya, toh kamu resign dengan segala sesuatu yang sudah selesai. Jadi, rekan kerjamu hanya perlu melanjutkan apa yang sudah kalian rencanakan bersama.